BAB
II

PEMBAHASAN

2.1. Definisi Pendidikan

            Dalam
kamus besar Bahasa Indonesia pendidikan berasal dari kata “didik” yang memiliki
arti memelihara dan memberi latihan (ajaran, tuntutan, pimpinan) mengenai
akhlak dan kecerdasan pikiran. Dalam perkembangannya Pendidikan menurut kamus
besar Bahasa Indonesia dapat disimpulkan proses pengubahan sikap dan tata laku
seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewaskan manusia melalui upaya
pengajaran dan pelatihan (KBBI Indonesia).

            Sedangkan
secara etimologis, kata pendidikan dalam bahasa Inggris disebut degan education dan dalam bahasa latin
pendidikan disebut dengan educatum yang merupakan tersusun dari dua kata yaitu E dan Duco yang memiliki arti kata E
adalah sebuah perkembangan dari dalam ke luar atau dari sedikit banyak,
sedangkan Duco berarti perkembangan
atau sedang berkembang. Dapat disimpulkan secara etimologis pengertian
pendidikan adalah proses pengembangan kemampuan diri sendiri dan kekuatan
individu. Dalam bahasa Arab pendidikan sering disebut dengan “Tarbiyyah”. (Ramayulis, 1994: 4)

            Adapun menurut beberapa ahli

2.2.
Pendidikan menurut Perspektif Agama Islam

            Dalam agama
Islam, pendidikan dicirikan dengan suatu proses yang edukatif mengarah kepada
pembentukan akhlak atau keprtibadian bagi pemeluknya. Islam dalam melaksanakan
pendidikan memiliki tiga konsep utama yaitu :

1.     
Ta’lim

Ta’lim
merupakan
proses memahamu ilmu pengetahuan yang bertujuan menghasilkan pemahaman yang
baik, sehinggaa muncul individu yang memiliki sifat-sifat dan sikap positif dalam
menjalankan kehidupan sehari-hari. (jurnal ilmu tar’biyyah 2012: 166)

2.      Ta’adib

Ta’adib
merupakan usaha untuk menciptakan situasi sedemikian rupa yang mendorong untuk
memotivasi diri setiap individu dalam berperilaku dan bersikap dalam kehidupan
sehari-hari. (jurnal ilmu tar’biyyah 2012: 166)

3.      Tar’biyyah

Tar’biyyah
memiliki
arti bahwa manusia dalam menjalankan kehidupannya harus bertambah, bekembang,
tumbuh dan memperbaiki. (jurnal ilmu tar’biyyah 2012: 166)

            Dari tiga konsep
diatas, jelas bahwa pendidikan dalam pandangan agama islam memiliki kedudukan
yang sangat penting, karena manusia merupakan wakil Allah SWT di muka bumi yang
memiliki kewajiban, tugas dan tanggung jawab yang besar yang nantinya akan
dipertanggung jawabkan kepada Allah SWT. Oleh karena itu tiga konsep utama pendidikan
agama Islam sangat erat hubungannya dengan tugas manusia di muka bumi yaitu
sebagai wakil Allah, agar manusia mampu menjalankan tanggung jawab yang besar
maka harus dipupuk dengan ilmu pengetahuan dan pendidikan yang baik.

            Tugas
manusia yang pertama dan paling utama di muka bumi sebagai wakil Allah SWT
ialah menjadi hamba-Nya yang menjalankan segala perintah-Nya dengan taat,
sebagaimana Allah berfirman :

$tBur àMø)n=yz £`Ågø:$# }§RM}$#ur ?wÎ) Èbrß?ç7÷èu?Ï9 ÇÎÏÈ

“Dan
Aku tidak menciptakan jin dan Manusia melainkan supaya menyembah kepada-Ku”.
(QS: Adz-Dzariyat: 56)

Firman Allah lainnya yang menegaskan tugas manusia
yang pertama berbunyi :

ô?s)s9 $uZù=y?ö?r& %·nqçR 4?n<Î) ¾ÏmÏBöqs% tA$s)sù ÉQöqs)»t? (#rß?ç7ôã$# ©!$# $tB Nä3s9 ô`ÏiB >m»s9Î) ÿ¼çnç?öxî þ?ÎoTÎ) ß$%s{r& öNä3ø?n=tæ z>#x?tã BQöqt? 5O?Ïàtã ÇÎÒÈ  

“Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia
berkata: “Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu
selain-Nya.” Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut
kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat)”.
(QS: Al-Araf: 59)

            Tugas
kedua manusia di muka bumi yaitu sebagai khalifah yang merupakan tugas yang
cukup berat. Sebagimana Allah dalam firmanNya :

ø?Î)ur tA$s% ??/u? Ïps3Í´¯»n=yJù=Ï9 ?ÎoTÎ) ×@Ïã%y` ?Îû ÇÚö?F{$# Zpxÿ?Î=yz ( (#þqä9$s% ã@yèøgrBr& $pk?Ïù `tB ß?Å¡øÿã? $pk?Ïù à7Ïÿó¡o?ur uä!$tBÏe$!$# ß`øtwUur ßxÎm7|¡çR x8Ï?ôJpt¿2 â¨Ïd?s)çRur y7s9 ( tA$s% þ?ÎoTÎ) ãNn=ôãr& $tB ?w tbqßJn=÷ès? ÇÌÉÈ  

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat:
“Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.”
mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu
orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami
Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan
berfirman: “Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. (QS:
Al-Baqarah: 30)

Ditunjuknya manusia
sebagai khalifah tidak semata-semata perintah Allah, melainkan kesanggupan
manusia itu sendiri, setelah makhluk lain yang diciptakan Allah SWT menolak
untuk menjadi khalifah karena khawatir mereka tidak dapat menjalankannya.
Dengan kata lain, hanya manusia yang sanggup mengemban tugas khalifah di muka
bumi yang cukup berat itu (QS: Al-Ahzab:72). Akal, pikiran serta  kemampuan berpikir manusia merupakan sarana
yang sangat ampuh dalam rangka menjalankan perintah Allah yaitu manusia sebagai
khalifah dimuka bumi.

            Proses
pendidikan sangat berkaitan dengan melatih akal, menyebabkan pendidikan dalam agama
Islam tidak dapat dipisahkan dari penggunaan akal, hati, serta pancaindera yang
bertujuan untuk berpikir, merenung dan mendekatkan diri kepada Allah atas
karunia yang diberikan dan menjalankan tugasnya sebagai Khalifah di bumi.
Pentingnya pendidikan dalam perspektif Agama Islam telah dicontohkan oleh Allah
ketika pemberian wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW yaitu surat Al-Alaq
1-5, yang mengisyaratkan pentingngnya pendidikan dan pengajaran secara luas.
Hal lain adalah perilaku Nabi Muhammad SAW ketika beliau masih hidup hingga
akhir hayatnya yang sarat dengan pendidikan dan pengajaran. Dari pernyataan di
atas dapat kita telaah bahwa dalam ajaran Islam pendidikan menduduki posisi
yang sangat penting, mengingat manusia meliki tugas menyembah kepada Allah dan
sebagai khalifah di muka bumi. Tugas-tugas tersebut sangat berkaitan dengan
perilaku seseorang yang membutukan pelatihan atau proses dalam mengendalikannya,
sehingga disinilah peran Pendidikan sangat penting dalam menjalankan tugas-tugas
manusia tersebut untuk bersedia mengabdi kepada Allah.

2.3.
 Pendidikan menurut
 Al-Qur’an dan Hadist

             Dalam Al-Qur’an telah berkali-kali menjelaskan
dan menyerukan akan pentingnya pengetahuin serta pendidikan. Tanpa Ilmu niscaya
kehidupan di dunia tidak akan berputar dengan semestinnya, karena ilmu dan
pendidikan merupakan pemberi cahaya dalam kegelapan. Al-Qur’an telah
mengingatkan dan menjajikan bahwa manusia yang memiliki ilmu pengetahuan akan
ditinggikan derjatnya oleh Allah SWT.

$pk??r’¯»t? tûïÏ%©!$# (#þqãZtB#uä #s?Î) [email protected]?Ï% öNä3s9 (#qßs¡¡xÿs? ?Îû ħÎ=»yfyJø9$# (#qßs|¡øù$$sù Ëx|¡øÿt? ª!$# öNä3s9 ( #s?Î)ur [email protected]?Ï% (#râ?à±S$# (#râ?à±S$$sù Æìsùöt? ª!$# tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä öNä3ZÏB tûïÏ%©!$#ur (#qè?ré& zOù=Ïèø9$# ;M»y_u?y? 4 ª!$#ur $yJÎ/ tbqè=yJ÷ès? ×?Î7yz ÇÊÊÈ  

“Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu:
“Berlapang-lapanglah dalam majlis”, Maka lapangkanlah niscaya Allah
akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: “Berdirilah
kamu”, Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang
beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa
derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”.
(QS: Al-Mujadallah: 11)

            Kemudian,
Al-Qur’an juga telah memperingatkan manusia untuk mencari ilmu pengetahuan agar
umat manusia dapat memberi peringatan dan menjaga dirinya. Sebagaimana Allah
berfirman :

* $tBur ?c%x. tbqãZÏB÷sßJø9$# (#rãÏÿYu?Ï9 Zp©ù!$?2 4 ?wöqn=sù txÿtR `ÏB È[email protected]ä. 7ps%öÏù öNåk÷ÏiB ×pxÿͬ!$sÛ (#qßg¤)xÿtGu?Ïj9 ?Îû Ç`?Ïe$!$# (#râ?É?Yã?Ï9ur óOßgtBöqs% #s?Î) (#þqãèy_u? öNÍkö?s9Î) óOßg¯=yès9 ?crâ?x?øts? ÇÊËËÈ  

“Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan
perang). mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa
orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi
peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka
itu dapat menjaga dirinya.” (Q.S: At-Taubah : 122)

            Hal
lainnya yang menyatakan bahwa mencari ilmu dan mengenyam pendidikan dalam Agama
Islam itu penting ditegaskan oleh Imam syafi’i yang mengatakan mengatakan “Barangsiapa menginginkan dunia, maka harus
dengan ilmu. Barangsiapa yang mengingkan akhirat, maka harus dengan ilmu. Dan
barangsiapa yang mengininkan keduanya, maka dengan ilmu.”(Imam Syafi’i). Bahkan,
Nabi Muhammad SAW telah bersabda dengan pentingnya mempunyai ilmu pengetahuan
dan pendidikan disalah satu hadist yang berbunyi “Mencari ilmu adalah kewajiban setiap muslim”. (HR. Ibnu Majah).

Dari kedua pernyataan di
atas mengisyaratkan bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban seluruh umat muslim.
Karena pada dasarnya mencari dan mendalami ilmu pengetahuan serta pendidikan
adalah hal yang terpenting dalam menjalankan kehidupan, apabila kita tidak
memiliki ilmunya maka niscaya kita seperti perempumaan bagaikan orang berjalan
di kegelapan. Sehingga pendidikan menurut perspektif Al-Qur’an dan Hadist mengenyam
pendidikan dan mencari pegetahuan adalah kewajiban setiap muslim. Karena dengan
mengetahui ilmu pengetahuan dan pendidikan kita dapat mengetahui mana yang baik
dan buruk, yang benar dan salah, yang membawa manfaat dan yang membawa
mudharat. Tujuan akhirnya kita dapat menjalankan perintah Allah dengan baik dan
benar serta di ridhai Allah.

2.4. Manfaat Pendidikan

Degan pendidikan
manusia mampu mengetahui, memahami apa yang ada di alam semesta ini. Serta
mampu mengkorelasikan antara fenomena-fenomena yang satu dengan fenomena yang
lainnya. Karena pada hakikatnya manusia diberi pancaindera dan juga diberi
kelebihan akal, yang bertujuan untuk membedakan mana yang baik mana yang buruk,
dapat mengenali potensi dirinya , serta beribadah kepada Allah dengan
sebenar-benarnya.

Written by
admin
x

Hi!
I'm Colleen!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out