Elady’s Wiqhoyah K.­­­1

Gatut Susanto2

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Email: [email protected]

Universitas Negeri Malang, Jalan Semarang no 5, Malang 6515

 

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan kalimat pasif bentuk persona dalam tulisan mahasiswa CLS tahun 2016. Kalimat pasif bentuk persona terdiri dari kalimat pasif bentuk persona pertama, kedua, dan ketiga. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan penelitian, mahasiswa CLS tahun 2016 mampu menulis kalimat pasif bentuk persona pertama dan ketiga. Kalimat pasif bentuk persona dalam bentuk tunggal maupun jamak.

 

Kata kunci: penggunaan kalimat, kalimat pasif, mahasiswa CLS

 

Abstract: This objective of this reaserch is to describe how the application of  passive voice sentence with personal form handwriting CLS students 2016. Passive voice sentence consist of first, second, and third personal pronoun. This reaserch use a descriptive qualitative methode. Based on the reaserch, CLS students 2016 can using a passive voice with personal pronoun first and third. Passive voice sentence with singular and personal pronoun.

 

Keywords: sentence usage, passive voice, CLS students

 

Kalimat pasif bahasa Indonesia merupakan kalimat pasif dengan ciri predikat berupa kata kerja pasif. Predikat berupa kata kerja pasif dengan imbuhan di-, ter-, ke-an, atau dengan predikat berupa kata kerja pasif persona. Berdasarkan ciri tersebut, kalimat pasif bahasa Indonesia dibagi menjadi 4 bentuk. Pertama, kalimat pasif bentuk di-. Kedua, kalimat pasif bentuk ter-. Ketiga, kalimat pasif bentuk ke-an. Keempat, kalimat pasif bentuk persona.

Rahardi (2005:90) mengatakan bahwa “di dalam komunikasi keseharian, maksud tuturan imperatif lazim dinyatakan dalam tuturan yang berdiatesis pasif”. Kalimat pasif bahasa Indonesia sering digunakan dalam bentuk lisan dan tulisan. Kalimat pasif bahasa Indonesia bentuk lisan sering digunakan ketika seseorang menyuruh dan memerintah. Penggunaan kalimat pasif untuk menyuruh dan memerntah dirasa lebih sopan. Penggunaan kalimat pasif bahasa Indonesia bentuk tulis sering muncul dalam karangan ilmiah. Penggunaan tersebut juga dirasa lebih sopan karena pelaku yang berupa subjek dalam kalimat tidak disebutkan langsung.

Dengan mengetahui penggunaan kalimat pasif, mahasiswa CLS diajarkan juga mengenai kalimat pasif bahasa Indonesia. Hal tersebut diharapkan agar mahasiswa CLS mengetahui tentang tata krama dan kesopanan dalam berbahasa Indonesia. Semakin sopan mahasiswa dalam berbicara dan menulis, maka dapat dilihat dari pemahaman penggunaan kalimat pasif.

Penelitian ini berfokus pada kalimat pasif bentuk persona pertama dan ketiga. Penggunaan kalimat pasif persona pertama dan ketiga lebih sering digunakan agar sebuah kalimat menjadi lebih sopan. Kalimat pasif persona merupakan predikat berciri persona.

Penelitian terdahulu yang sejenis pernah diteliti dengan Kesalahan Pembentukan Kalimat Pasif Bahasa Jerman oleh Mahasiswa Angkatan 2008 Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang oleh Agnes Gidha Ladja (2011). Penelitian ini berfokus untuk mendeskripsikan tingkat kemampuan mahasiswa angkatan 2008 Jurusan Sastra Jerman dalam membentuk kalimat pasif yang benar. Hasil penelitian ini adalah kesalahan membentuk kalimat pasif berdasarkan setiap kala, kesalahan membentuk kalimat pasif berdasarkan modalverben, dan kesalahan membentuk kalimat pasif tanpa subjek.

Persamaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya meneliti mengenai kalimat pasif bahasa Jerman pada mahasiswa Indonesia Jurusan Sastra Jerman. Penelitian ini lebih berfokus pada penggunaan kalimat pasif bahasa Indoensia. Bedasarkan pada paparan sebelumnya, penelitian ini perlu dilakukan karena kalimat pasif bahasa Indonesia banyak sekali digunakan dalam komunikasi sehari-hari. Penggunaan kalimat pasif dirasa lebih sopan dan penggunaan kalimat perintah menggunakan kalimat pasif dirasa lebih halus karena kadar suruhan imperatif dalam kalimat pasif menjadi rendah. Berdasarkan fungsi kalimat pasif tersebut, perlu dilakukan penelitian pada tulisan mahasiswa CLS tahun 2016 untuk memetakan kemampuan mahasiswa CLS dalam menggunakan kalimat pasif.

 

METODE

Metode yang digunakaan dalam penelitian ini adalah deskriptif qualitatif. Peneliti menggunakan metode ini karena peneliti berusaha menguraikan penggunaan kalimat pasif bentuk persona. Dalam penelitian ini, peneliti bertindak sebagai instrumen kunci.

Data penelitian ini berupa kalimat pasif mahasiswa CLS tahun 2016. Data diperoleh dari jurnal harian, jurnal mingguan, kuis, uts, dan uas. Mahasiswa CLS tahun 2016 merupakan mahasiswa Amerika yang sedang menempuh gelar sarjana, master, dan doktor. Mahasiswa CLS memiliki bahasa utama yaitu bahasa Inggris.

Instrumen utama dalam penelitian kualitatif adalah peneliti itu sendiri. Peneliti bertindak sebagai instrumen kunci yang bertindak sebagai perencana, pelaksana pengumpul data, penafsir data, dan pelapor penelitian. Peneliti membutuhkan instrumen pendukung. Instrumen pendukung yang digunakan adalah instrumen pengumpulan data dan instrumen analisis data sesuai tujuan dalam penelitian. Hal ini dilakukan untuk memudahkan peneliti dalam memetakan data yang dikumpulkan dan melakukan analisis data.

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah studi dokumen. Terdapat beberapa tahap teknik pengumpulan data pada penelitian ini. Pertama, peneliti membaca karangan mahasiswa CLS tahun 2016. Kedua, peneliti mengidentifikasi kalimat pasif yang dibuat oleh mahasiswa CLS tahun 2016. Ketiga, peneliti berusaha mengklasifikasi data sesuai dengan fokus yang sudah ada secara lebih khusus. Keempat, mereduksi data berupa kalimat pasif sehingga data benar sesuai dengan teori dan data tersebut dapat diteliti. Kelima, peneliti memperoleh data sesuai dengan fokus penelitian dan teori yang digunakan.

Terdapat beberapa langkah teknik analisis data. Pertama, seleksi dan identifikasi data,. Kedua, peneliti mulai mengklasifikasi dan mengkategorisasi data dengan memberikan kode sesuai dengan fokus penelitian. Ketiga, intepretasi data dan eksplanasi temuan.

 

HASIL PENELITIAN

Kalimat Pasif Bentuk Persona Pertama

Berdasarkan analisis data, kalimat pasif bentuk persona pertama yang terdapat dalam tulisan mahasiswa CLS tahun 2016 terdiri dari kata ganti persona pertama tunggal dan jamak. Kata ganti persona pertama tunggal yang dipakai adalah kata saya. Kata ganti persona pertama jamak yang dipakai adalah kata kami dan kita. Berikut adalah contoh penggunaan kalimat pasif persona pertama jamak dan tunggal.

(1)     … tahu saya beli… (H8/per/4)

(2)     Pantai yang kami kunjungi ….. (M1/per/2)

(3)     Beragam jenis perkebunan akan banyak kita temui… (T/per/13)

Kalimat (5) terdiri atas 3 fungsi, yaitu fungsi S, dan fungsi P. Fungsi S diduduki oleh konstituen tahu. Fungsi P diduduki oleh konstituen saya beli. Predikat berupa konstituen beli tidak mendapatkan afiksasi berupa di- atau ter- sebagai penanda afikasi kalimat pasif. Konstituen saya beli merupakan predikat berciri persona dengan P yang diganti menggunakan kata ganti persona.  Fungsi subjek pada kalimat ini dikenai pekerjaan. Dengan demikian, kalimat ini merupakan kalimat pasif.

Kalimat (6) terdiri atas 3 fungsi, yaitu fungsi S dan fungsi P. Fungsi S diduduki oleh konstituen pantai. Fungsi P diduduki oleh konstituen kami kunjungi. Predikat berupa konstituen kunjungi tidak mendapatkan afiksasi berupa di- atau ter- sebagai penanda afikasi kalimat pasif. Konstituen kami kunjungi merupakan predikat berciri persona dengan P yang diganti menggunakan kata ganti persona. Fungsi subjek pada kalimat ini dikenai pekerjaan. Dengan demikian, kalimat ini merupakan kalimat pasif.

Kalimat (7) terdiri atas 3 fungsi, yaitu fungsi S dan fungsi P. Fungsi S diduduki oleh konstituen beragam jenis perkebunan. Fungsi P diduduki oleh konstituen kita temui. Predikat berupa frasa temui tidak mendapatkan afiksasi berupa di- atau ter- sebagai penanda afikasi kalimat pasif. Konstituen kita temui merupakan predikat berciri persona dengan P yang diganti menggunakan kata ganti persona. Kata akan dan banyak merupakan kata bantu verba temui. Fungsi subjek pada kalimat ini dikenai pekerjaan. Dengan demikian, kalimat ini merupakan kalimat pasif.

 

 

 

Kalimat Pasif Bentuk Persona Ketiga

Berdasarkan analisis data, kalimat pasif bentuk persona ketiga yang muncul dalam tulisan mahasiswa CLS tahun 2016 terdiri dari kata ganti persona ketiga tunggal dan jamak. Kata ganti persona ketiga tunggal yang dipakai adalah kata beliau. Kata ganti persona ketiga jamak yang dipakai adalah kata mereka. Berikut adalah contoh penggunaan kalimat pasif persona ketiga jamak dan tunggal.

(4)     … kentongan mereka pukul-pukul …. (K2/per/5)

 

Kalimat (8) terdiri atas 2 fungsi, yaitu fungsi S dan fungsi P. Fungsi S diduduki oleh konstituen kentongan. Fungsi P diduduki oleh konstituen mereka pukul-pukul. Predikat berupa konstituen pukul-pukul tidak mendapatkan afiksasi berupa di- atau ter- sebagai penanda afikasi kalimat pasif. Konstituen kita temui merupakan predikat berciri persona dengan P yang diganti menggunakan kata ganti persona. Fungsi subjek pada kalimat ini dikenai pekerjaan. Dengan demikian, kalimat ini merupakan kalimat pasif.

 

PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil analisis, tulisan mahasiswa CLS tahun 2016 terdapat penggunaan kalimat pasif bentuk persona. Kalimat pasif persona yang digunakan terdiri dari dua bentuk, yaitu kalimat pasif bentuk persona pertama dan kalimat pasif bentuk persona ketiga. Kata ganti persona yang diguakan ada yang berbentuk tunggal dan ada yang berbentuk jamak.

Kalimat pasif persona bentuk pertama yang muncul adalah bentuk tunggal dan bentuk jamak. Kalimat pasif bentuk persona pertama tunggal yang muncul adalah kata saya. Kalimat pasif bentuk persona pertama jamak yang muncul adalah kata kami dan kita. Mahasiswa CLS tahun 2016 sudah mampu menggunakan kalimat pasif bentuk persona pertama yang ditambahkan dengan kata bantu verba.

Kalimat berikut merupakan contoh kalimat pasif bentuk persona pertama yang ditambahkan kata bantu verba. Kalimat (7) Beragam jenis perkebunan akan banyak kita temui di seluruh wilayah Indonesia (T/per/13). Kalimat (7) terdiri atas 3 fungsi, yaitu fungsi S, fungsi P, dan fungsi Ket. Fungsi S diduduki oleh konstituen beragam jenis perkebunan. Fungsi P diduduki oleh konstituen kita temui. Fungsi Ket diduki oleh konstituen di seluruh wilayah Indonesia. Kata akan dan kata banyak merupakan kata bantu dari verba temui. Kata akan dan kata banyak merupakan kata bantu yang diletakkan sebelum objek pada kalimat pasif. Peletakan kata bantu verba sebelum objek karena objek dan predikat tidak boleh dipisahkan oleh kata lain. Muslich (2014:137) “… jika semua verbanya berkata bantu akan, dapat, atau berperingkar tidak, letakkan kata-kata itu sebelum S!”.

Berdasarkan penelitian, terdapat penggunaan kalimat pasif bentuk persona ketiga. Kalimat pasif bentuk persona ketiga yang muncul adalah kalimat pasif bentuk persona ketiga tunggal dan jamak. Kata ganti persona ketiga tunggal yang muncul adalah kata beliau. Kata ganti persona ketiga jamak yang muncul adalah kata mereka.

Berdasarkan penelitian, mahasiswa CLS tahun 2016 sudah mampu menggunakan kalimat pasif bentuk persona ketiga tunggal dan jamak. Penggunaan kalimat pasif bentuk persona ketiga jamak sudah benar sesuai dengan kaidah kalimat pasif persona.  Kalimat berikut merupakan contoh kalimat pasif bentuk persona ketiga tunggal yang kurang sesuai dengan kaidah kalimat pasif persona. Kalimat (8) … kentongan mereka pukul-pukul …. (K2/per/5). Kalimat (8) terdiri atas 2 fungsi, yaitu fungsi S dan fungsi P. Fungsi S diduduki oleh konstituen kentongan. Fungsi P diduduki oleh konstituen mereka pukul-pukul. Predikat berupa konstituen pukul-pukul tidak mendapatkan afiksasi berupa di- atau ter- sebagai penanda afikasi kalimat pasif. Konstituen kita temui merupakan predikat berciri persona dengan P yang diganti menggunakan kata ganti persona. Fungsi subjek pada kalimat ini dikenai pekerjaan. Dengan demikian, kalimat ini merupakan kalimat pasif.

 

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Kalimat pasif bentuk persona pada tulisan mahasiswa CLS tahun 2016 bervariasi dengan menggunakan kedua bentuk persona pronomina. Terdapat kalimat pasif bentuk persona pertama dan kalimat pasif bentuk persona ketiga. Terdapat penambahan kata bantu verba dalam tulisan mahasiswa. Ditemukan kesalahan pola kalimat pasif bentuk persona yang diakibatkan oleh pola kalimat pasif bentuk di­-.

Kalimat pasif bentuk persona kedua jarang digunakan dalam kalimat pasif yang ditulis oleh mahasiswa CLS tahun 2016. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini hanya berfokus pada penggunaan kalimat pasif bentuk persona pertama dan ketiga. Kalimat pasif bentuk persona kedua jarang digunakan karena mahasiswa tidak sering menggunakan kata ganti persona kedua. Mahasiswa lebih sering menggunakan kalimat pasif persona bentuk pertama dan ketiga karena kata ganti persona pertama dan ketiga sering digunakan dalam kalimat sehari-hari. Kalimat pasif persona kedua lebih bersifat formal dan mahasiswa CLS lebih condong menggunakan kalimat dalam situasi komunikatif.

 

Saran

Setelah dilakukan penelitan pada tulisan mahasiswa CLS tahun 2016 tentang kalimat pasif berupa kalimat pasif bentuk di-, kalimat pasif bentuk persona, dan kalimat pasif bentuk ter-, dapat dipaparkan beberapa saran mengenai kalimat pasif. Saran-saran tersebut ditujukan kepada beberapa pihak. Pertama, saran ditujukan kepada pengajar program CLS. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagi masukan bagi pengajar program CLS berikutnya setelah mengetahui kalimat pasif yang digunakan dalam tulisan mahasiswa. Kesalahan yang terdapat pada kalimat pasif bentuk di- dan bentuk persona agar tidak tertukar lagi dalam penggunaannya. Mahasiswa juga perlu diberikan latihan lebih agar penggunaan kalimat pasif lebih sering karena penggunaan kalimat pasif dirasa lebih halus dan lebih sopan.

Kedua, saran ditujukan kepada tutor CLS, sebagai tutor dianjurkan untuk mengetahui kalimat pasif yang baik dan benar agar dapat membantu mahasiswa dalam menggunakan kalimat pasif. Tutor agar lebih sering menggunakan kalimat pasif yang sudah diajarkan digunakan di kelas. Tutor juga diharapkan dapat memajankan kalimat pasif pada aktivitas tutorial. Selain itu, tutor diharapkan dapat memberikan pembenaran atas kesalahan penggunaan kalimat pasif yang diucapkan oleh mahasiswa.

Ketiga, saran ditujukan kepada mahasiswa CLS. Dalam tulisan mahasiswa CLS ditemukan kalimat pasif dengan fungsi objek yang lesap. Penggunaan kalimat tersebut tidak dapat berterima dalam kalimat bahasa Indonesia. Mahasiswa diharapkan sering melatih dan membiasakan diri agar lebih sering menggunakan kalimat pasif dalam bahasa tulis maupun lisan.

 

DAFTAR RUJUKAN

Alwi H., Soejono D., Hans L., & Anton M. M. 1998. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta:Pusat Bahasa dan Balai Pustaka.

Ater, Y. 1986. Active and Passive Voice (Kalimat Aktif dan Kalimat Pasif). Jakarta:CV Simplex.

Fitria, Lailatul. 2005. Kalimat Bahasa Indonesia dalam Karangan Mahasiswa CLS (Critical language Scholarship) Tingkat Pemula Tahun 2014. Skripsi tidak diterbitkan.

Ladja, Agnes Gidha. 2008. Kesalahan Pembentukan Kalimat Pasif Bahasa Jerman oleh Mahasiswa Angkatan 2008. Jurusan Sastra JermanUniversitas Negeri Malang. Skripsi tidak diterbitkan.

Muslich, Masnur. 2014. Garis-garis Besar Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Bandung:PT Refika Aditama.

Putrayasa, Ida Bagus. 2010. Kajian Morologi. Bandung:PT Refika Aditama

Putrayasa, Ida Bagus. 2012. Jenis Kalimat dalam Bahasa Indonesia. Bandung:PT Refika Aditama.

Ramlan, M., I Dewa P. W., Yohanes T. M., & Sunarsono.  1990. Bahasa Indonesia Yang Benar dan Yang Salah. Yogyakarta:Andi Offset.

Soedjito dan Djoko Saryon. 2014. Morfologi Bahasa Indonesia. Malang:Aditya Media Publishing.

Rahardi R. dan Kunjana. 2005. Pragmatik (Kesantunan Imperatif Bahasa Indonesia). Jakarta:Eralngga.

 

Written by
admin
x

Hi!
I'm Colleen!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out